Senin, 16 September 2013

Minggu, 01 September 2013

Langit Sore dan Langit Pagi


Pukul 17.30 langit jingga mulai memamerkan parasnya nan elok itu, burung mulai kembali ke peraduannya yang sedari tadi anak-anak menunggunya. Para pemetik pucuk daun kerdil yang ber umur puluhan tahun itu mulai beranjak dari lautan daun yang tampak hijau itu, pohon-pohon nan tinggi itu melambai kepadanya. Semakin senja… terlihat indah mempesona, eksotis memanjakan mata menatap jingga di ufuk barat yang di balut biru gelap di atasnya. Satu titik cahaya terlihat memamerkan diri berikut di susul dengan yang lainya, seakan bersiap-siap untuk pentas bintang malam nanti hingga fajar. Purnama itu mulai tampil dengan gagahnya diantara bintang-bintang malam yang membentuk rasi. Bulat penuh seperti piring   saji berwarna putih yang mengilap terang. Perlahan ia merajai panggung sang maha pencipta dengan dekorasi galaksi yang maha elok, semuanya memperkuat pemandangan langit malam nan indah. Tengokkan kepala kita ke atas, kita akan melihat meraka tampil dengan riangnya. Diam, gerak perlahan, berpindah tempat dari titik A ke titik B, tapi meraka tetap terlihat diam semu dan nyatanya tanah pijakan kita yang bergerak, berotasi.

 Hingga akhirnya waktu pentas akan segera habis yang  ditandai dengan seruan ajakan shalat oleh seorang muadzin. Suasasna amat terasa dingin menusuk tapi menyegarkan dan membangkitkan. Semua ayam jantan berteriak saling saut unntuk membangunkan tuannya. Perlahan jingga datang dari ufuk timur mengusir para  pementas semalam, dengan gradasi warna yang begitu elok terlihat begitu halus caranya mengusir, lembut,beraturan semua itu terjadi atas seijinNya. Kian lama purnama nsampak terlihat pucat pasi, iya pucat tapi bukan  berarti ia ketakutan, ia masih tetap terlihat cantik dengan pucatnya itu. Perl;lahan biru muda mulai mendominasi langit tanpa mega setitikpun. Surya itu tampak gembira setelah pulang dari penyinarannya di belahan bumi lain.


Terlihat sebuah pohon berdahan ramai tanpa daun, cabang-cabangnya tampak ringkih. Setiap pagi tempat itu rajin di datangi burung gelatik yang berbondong-bondong bergelantungan di setiap rantingnya. Saling saut menyaut satu sama lain, antara burung  gelatik dan kumbang teret yang suaranya terdengar harmonis pagi itu. Sunrise yang indah pagi itu, mempesona, PARADISO……….