Sabtu, 03 Agustus 2013

Pustakawan adalah Profesi yang Keren

Saya tak pernah berimpi jika akan menjadi pustakawan, mendengar nama pustakawan saja tak terbayangkan sebelumnya. Seingatku dulu sewaktu kecil jika di tanya : cita-citamungin jadi apa ? Aku suka menjawab menjadi polosi atau tentara. Tapi di tahun aku hampir lulus SMA, aku justru tak yakin denggan cita-cita masa kecilku. Benar- bernar labil !

Akupun mencoba untuk mewujudkan cita-cita itu namun akhirnya berhenti di tengah jalan entah mengapa semangatku patah seketika. Aku meyakini bahwa segala yang terjadi selalu ada hikmahnya. Gagal mengejar cita-cita tak membuatku surut untuk kuliah. Kuliah bagi jiwa muda saya menaiki jenjang pendidikan intelektualitas. Jadi apapun yang terjadi, apapun jurusannya, aku tak terlalu peduli, yang penting kuliah.

Setelah itu ibu pun menyarankan agar saku memilis studi program Diploma 2 perpustakaan FISIP Universitas Terbuka, aku pun mengiyakan saran ibu. Aku samasekali tak punya gambaran seperti apa jurusan ilmu perpustakaan itu, apa yang akan aku pelajari dan akan jadi apa aku nantinya. Semua akan aku jalani dengan senang hati. Aku belajar Pengantar Ilmu Perpustakaan, Katalogisasi, Inventarisasi, Klasifikasi Bahan Pustaka, Preservasi Bahan Pustaka, Dokumentasi, Arsip, Menjemen, informasi tekhnologi dan masih banyak lagi.

Satu smester saya jalani, Ok, jurusan ini ternyata menarik ! Banyak hal baru yang aku temukan, bahwa ternyata dunia perpustakaan itu sangatlah kompleks bahwa bekerja di perpustakaana itu tidak hanya mngurusi buku. Mengelola dan memberi informasi yang tepat adalah tugas utama pustakawan. Tidak hanya mengerjakan tugas-tugas secara teknis, tapi juga harus mempersenjatai diri dengan banyak pengetahuan di luar ilmu perpustakaan, apakah itu menjeman, psikologi, sejarah, kesehatan, bahkan kalo bisa sih harus menguasai segala ilmu, di tuntut harus serba tahu dan serba bisa, karena itu yang dituntuk pengguna perpustakaan.

Meskipun demikian, masih saja ada masalah yang mengganguku, yaitu bagaimana menjelaskan pada orang tentang betapa menariknya jurusan perpustakaan yang aku pilih ini. Jika orang bertanya, “ Dik, kuliah teng pundi ? Jurusan nopo ? ” dalam bahasa jawa : ( Dik kuliah dimana ? Jurusan apa ? ) Kadang aku malu menjwabnya. Seketika aku jawab “ teng UT Pak/Bu, Perpustakaan “ ( di Universitas Terbuka Pak/bu, Perpustakaan ). dalam benaku mgkin mereka berpikir “ jurusan apa itu ? Mau jadi apa kuliah di perpustakaan ? Masa mau jagain buku aja perlu kuliah ? “

Aku bingung harus dari mana menjelaskannya? Rasanya eksistensi profesi pustakawan seolah-olah tidak ada artinya. Rasanya pustakawan bukanlah profesi keren bagi masyarakat umum tidak sekeren profesi Polisi, Tentara, Guru. Kenapa bisa begitu ? Serta merta hatiku tertohok, kepercayaan diriku luruh. Aku sempat bertanya pada orangtuaku “ apa ibu bangga aku jadi pustakawan ? “ ibu pun menjawab “ ibu bangga fer sama kamu, melakukan apapun profesi yang kamu pilih dengan baik, dengan ikhlas sepenuh hati dan penuh taggungjawab akan berbuah manis, jika profesimu dijalani dengan setengah hati itu tak akan ada manfaatnya untuk siapapun”. Aku jadi teringat dengan sebuah hadist yang berbunyi “ sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama “ dan kini itu menjadi perisip hidupku.

Aku yakin suatu saat aku akan menemukan jawaban atas pertanyan mereka agar mereka memahami bahwa profesi pustakawan juga profesi yang keren dan tidak boleh diremehkan !

Terimakasih Tuhan atas nikmat yang kau berikan hingga kini dan terimakasih Ayah dan Ibu atas dukungan dan semangatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar